Friday, June 17, 2016

Pertambangan dan Industri

PERTAMBANGAN
A.        Masalah Lingkungan dalam Pembangunan Pertambangan
            Pencemaran lingkungan sebagai akibat pengelolaan pertambangan umumnya disebabkan oleh faktor kimia, faktor fisik dan faktor biologis. Pencemaran ini biasanya lebih daripada diluar pertambangan, keadaan tanah, air, dan udara setempat dari tambang mempunyai yang timbal balik dengan lingkungannya. Sebagai contoh misalnya pencemaran lingkungan oleh CO sangat dipengaruhi oleh kerenggangan udara, pencemaran oleh tekanan panas tergantung kepada keadaan suhu, kelembaban dan aliran udara setempat. Suatu pertambangan yang lokasinya jauh dari masyarakat bila dilihat dari sudut pencemaran lingkungan lebih menguntungkan pdaripada bila berada deket dengan pemukiman masyarakat. Dalam rangka menghindari terjadinya pencemaran dan gangguan keseimbangan ekosistem baik itu yang berada di dalam lingkungan pertambangan maupun diluar lingkungan sekitarnya, maka perlu adanya pengawasan lingkungan terhadap :
1.         Cara pengolahan pembangunan pertambangan
Sumber daya bumi dibidang pertambangan harus dikembangkan semaksimal mungkin untuk tercapainya pembangunan. Penggunaan ekologi dalam pembangunan pertambangan sangat perlu dalam rangka meningkatkan mutu hasil pertambangan dan untuk dapat memperhitungkan pengaruh aktivitas pembangunan pertambangan pada sumber daya dan proses alam lingkungan yang lebih luas. Segala pengaruh sekunder pada ekosistem baik lokal maupun secara lebih luas perlu dipertimbangkan dalam proses perencanaan pembangunan pertambangan, dan sedapat mungkin dievaluasi sehingga segala kerusakan akibat pembangunan pertambangan ini dapat dihindari, sebab melindungi lingkungan lebih mudah dari pada memperbaikinya.
2.         Kecelakaan di pertambangan
Usaha Pertambangan adalah suatu usaha yang penuh dengan bahaya. Kecelakaan-kecelakaan yang sering terjadi, terutama pada tambang-tambang yang lokasinya jauh di dalam tanah. Kecelakaan baik itu karena jatuh, tertimpa benda-benda, ledakan-ledakan maupun akibat pencemaran atau keracunan oleh bahan tambang. Oleh karena itu tindakan-tindakan penyelamatan sangatlah diperlukan, misalnya dengan selalu memakai pakaian pelindung selama bekerja di dalam tambang seperti but, topi pelindung, baju kerja dan lain-lain
3.         Penyehatan lingkungan pertambangan
Pada lingkungan pertambangan penyehatan lingkukan dapaty dilakukan dengan penerangan yang baik yang sangat berguna sebagai pencegah kecelakaan, ventilasi yang baik agar kadar debu di udara tambang berkurang, sanitasi yang baik untuk menghilangkan wabah-wabah penyakit perut dan cacing di antara para pekerja. Pada lingkungan diluar pertambangan perlu adanya sanitasi yang baik berupa nyediaan air minum, pembuangan kotoran, pemberantasan nyamuk, perumahan yang baik dan lain sebgainya.
4.         Pencemaran dan penyakit-penyakit yang mungkin timbul
Pencemaran dalam tambang dan sekitarnya bisa terjadi oleh gas-gas, logam-logam atau senyawa-senyawa dalam bijih-bijih yang timbul dari tambang, misalnya tambang mangan mengandung resiko keracunan mangan, tambang air raksa mengandung bahaya keracunan air raksa, dan lain-lainnya. Penyakit-penyakit yang bisa timbul selain penyakit cacing Ancylostomiasisyang disebabkan oleh cacing Ancylostomaduodenale dan Nector Americanus juga penyakit Pneumokoniosis yang disebabkan oleh debu tambang seperti anthracosis, silicosis, dan stanosis.
   INDUSTRI
A.        Masalah Lingkungan dalam Pembangunan Industri
       Dalam mengambil keputusan pendirian suatu perindustrian, selain keuntungan yang akan diperoleh harus pula secara hati-hati dipertimbangkan kelestarian lingkungan. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembangunan proyek industri terhadap lingkungan sekitarnya yaitu evaluasi pengaruh sosial ekonomi dan ekologi baik secara umum maupun khusus, pengawasan lingkungan untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang, survey mengenai pengaruh yang mungkin timbul pada lingkungan, formulasi mengenai kriteria analisa biaya, keuntungan dan pengolahan proyek.
B.        Keracunan Bahan Logam atau Metaloid pada Industrialisasi
         Racun-racun logam beserta persenyawaan yang sering terjadi pada industrialisasi adalah berasal dari timah hitam, air raksa, arsen, chromium, berrylium, cadmium, vanadium dan fosfor. Disampng racun-racun tersebut terdapat pula bahan-bahan logam lainnya, tetapi tidak begitu banyak dipergunakan dalam perindustrian dan tidak begitu beracun, seperti perak yang berhasil masuk tubuh bisa menyebabkan argyria, tanpa menimbulkan gejala keracunan yang membahayakan kesehatan. Keracunan yang ditrimbulkan oleh zat-zat tadi tidaklah sama. Hal ini tergantung dari persenyawaan kimianya, keadaan wujud fisiknya (padat, zat, atau cair), valensi ikatannya, dan cara masuknya ke dalam tubuh.
C.        Keracunan Bahan Organik pada Industrialisasi
          Bahan organik baik itu berupa bahan baku atau hasil akhirnya pada proyek industri banyak sekali. Golongan yang akan dijelaskan antara lain:
1.                  Keracunan oleh derivat-derivat terarang batu, seperti anilin yang sering dipergunakan sebagai bahan pembuatan tinta cetak, cat dan zat-zat warna, nitro-benzene sebagai bahan untuk pembuatan anilin untuk parfum, dan masih banyak lagi. Keracunan oleh zat-zat ini bisa mendadak atau menahun, dengan akibat pada tubuh berupa kerusakan alat-alat tubuh seperti ginjal, hati, sumsum tulang dan darah.
2.             Keracunan oleh halogen hidrokarbon yang paling terkenal dari golongan ini dan paling kuat daya racunnya adalah karbontetrachlorida. Zat ini pada industri banyak dipergunakan sebagai pelarut lemak dan karet, untuk membersihkan gemuk-gemuk dari mesin dan sebagai bahan pemadam kebakaran. Keracunan zat ini bisa menimbulkan kerusakan pada hati, ginjal dan paru-paru.
3.              Keracunan oleh alkohol dan diol umumnya terjadi karena menghirupnya, meminumnya atau absorbsi melalui kulit yang bisa mendadak atau menahun. Gejala yang timbul umumnya berupa muntah, delirium dan depresi susunan syaraf pusat dan kerusakan alat-alat dalam tubuh seperti hati, ginjal dan lain-lain.
D.        Keracunan Bahan Korosif pada Industrialisasi
        Bahan-bahan ini bisa menyebabkan kerusakan pada tubuh yang dikenainya, baik secara terpecik, maupun tertumpah ke kuli atau bagian tubuh lainnya, terminum, tertelan atau terhirup oleh paru-paru. Yang terpenting untuk menghindari terjadinya keracunan oleh bahan-bahan korosif ini adalah pencegahan yang baik antara lain, penyimpanan bahan secara baik dan aman untuk orang sekitarnya, sediakan air yang cukup untuk mencuci bila sewaktu-waktu tubuh terkena bahan ini, memakai alat pelindung bila sedang bekerja dengan bahan-bahan ini, pemeliharaan kebersihan dan ketertiban di tempat kerja, pembuangan air-air bekas dan bahan-bahan sisa disalurkan ke saluran-saluran tertutup, sehingga tidak mengotori lingkungan sekitarnya, pengawasan yang baik terhadap kemungkinan adanya pencemaran.
E.         Melindungi Masyarakat sekitar Perusahaan Industri
         Semua perusahaan industri harus memperhatikan kemungkinan adanya pencemaran lingkungan, dimana segala macam hasil buangan sebelum dibuang harus betul-betul bebas dari bahan yang bisa meracuni. Untuk udara atau air buangan yang mengandung partikel-partikel bahan beracun, bisa dengan cara pengendapan, penyaringan atau secara reaksi kimia sehingga bahan yang keluar tersebut menjadi bebas dari bahan-bahan yang berbahaya. Pemilihan cara ini pada umumnya didasarkan pada faktor-faktor bahaya tidaknya bahan-bahan buangan tersebut, besarnya biaya agar secara ekonomi tidak merugikan perusahaan, derajat efektifnya cara yang dipakai, dan kondisi lingkungan setempat.
F.         Analisis Dampak Lingkungan
      Tujuan akhir dari dilaksanakannya analisis dampak lingkungan (ANDAL) adalah untuk memperkecil pengaruh negatif dan memperbesar pengaruh positif dari kegiatan manusia terhadap lingkungan. Dalam pelaksanaannya harus menggunakan metodologi ANDAL yang tepat, pendekatan yang terlalu sulit atau terlalu sederhana sebaiknya dihindari.
1.     Faktor waktu dalam ANDAL untuk proyek yang penting diperlukan data sekitar 2-3 tahun. Sedangkan untuk penyusunan laporan biasanya memakan waktu tergantung pada besar kecilnya proyek, dapat 18-24 bulan, tetapi dapat juga pendek 3-6 bulan atau sangat panjang lebih dari 2 tahun.
2.    Prosedur administratif ANDAL dapat digunakan dalam bentuk yang paling sederhana, tetapi juga dapat dikembangkan lebih luas.
3.    Pelaku dalam kegiatan ANDAL yang terdiri dari pengambil keputusan, penilai, pelaksana proyek, penelaah, instansi-instansi pemerintah yang berkepentingan terhadap proyek, tim penasehat ahli, masyarakat dan badan-badan internasional.
G.        Pembangunan Industri, Pertumbuhan Ekonomi dan Lingkungan Hidup
          Kegiatan industri yang sudah sangat maju, sudah diwarnai oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dicapai oleh manusia sampai saat ini. Di negara industri yang sudah sangat maju, di Jepang misalnya sumber daya manusia atau pelayanaan manusia sudah sangat diwarnai oleh persaingannya yang seru dengan pelayanan komputer dan pemakaian robot. Teknologi yang dikembangkan dalam menunjang industri di Indonesia diharapkan akan menunjang pertumbuhan ekonomi. Peranan ekonomi dalam perkembangan dan pertumbuhan sektor industri pada umumnya sangat penting, atau dapat dikatakan bahwa perkembangan industri dan pertumbuhan ekonomi adalah dua hal yang tunjang menunjang sangat erat.

No comments:

Post a Comment