1. Keberlanjutan Pembangunan
Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan (lahan, kota,bisnis, masyarakat, dan sebagainya) yang berprinsip “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan”. Awal munculnya konsep pembangunan berkelanjutan adalah karena perhatian kepada lingkungan. Terutama sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui sedang ekspoitasi terhadapnya dilakukan terus menerus. Pengertian dari tidak mengurangi dan mengorbankan kebutuhan generasi yang akan datang adalah pembangunan yang dilakukan dimasa sekarang itu jangan sampai merusak lingkungan, boros terhadap SDA dan juga memperhatikan generasi yang akan datang. Generasi yang akan datang juga jangan terlalu dimanjakan dengan tersedianya semua fasilitas, tetapi mereka juga di beri kesempatan untuk berekspresi menuangkan ide kreatifnya untuk mengolah dan mengembangkan alam dan pembangunan. Proses Pembangunan harus memperhatikan hal-hal yang penting yang diantararnya:
1. Cara berpikir yang integratif.
2. Pembangunan berkelanjutan harus dilihat dalam perspektif jangka panjang.
3. Mempertimbangkan keanekaragaman hayati,
4. Distribusi keadilan sosial ekonomi.
Dari berbagai konsep yang ada maka dapat dirumuskan prinsip dasar dari setiap elemen pembangunan berkelanjutan. Dalam hal ini ada empat komponen yang perlu diperhatikan dalam strategi pembangunan berkelanjutan yaitu pemerataan, partisipasi, keanekaragaman, integrasi, dan perspektif jangka panjang. Faktor-faktor lingkungan yang diperlukan untuk mendukung pembangunan yang terlanjutkan yaitu:
1. Terpeliharanya proses ekologi yang ensensial
2. Tersedianya sumber daya yang cukup
3. Lingkungan sosial budaya dan ekonomi yang sesuai.
Ketiga faktor tersebut tidak saja mengalami dampak dari pebangunan , tetapi juga mempunyai dampak pembangunan. Secara ideal atau indikator keberlanjutan pembangunan membutuhkan pendekatan pencapaian terhadap keberlanjutan ataupun kesinambungan berbagai aspek kehidupan yang mencakup keberlanjutan ekologi, ekonomi, sosial budaya, politik dan pertahanan keamanan.
2. Mutu Lingkungan
Mutu Lingkungan hidup sangatlah penting dikarenakan merupakan dasar atau pedoman dalam mencapai dari pengelolaan lingkungan hidup. Mutu Lingkungan dapat diartikan sebagai hubungan antara kondisi lingkungan dengan mutu hidup. Makin tinggi derajat mutu hidup dalam suatu lingkungan maka tinggi pula derajat lingkungan tersebut atau sebaliknya. Seseorang dalam memulai usaha atau perdagangan harus mengorbankan uang dan tenaga demi menambah jumlah uang yang didapat semakin tinggi usaha atau perdagangan yang dimulai maka semakin tinggi pula uang yang harus dikeluarkan.
3. Kesadaran Lingkungan
Tujuan dari kesadaran lingkungan adalah memasyarakatkan lingkungan hidup yang dapat diartikan sebagai upaya untuk menanamkan pengertian terhadap permasalahan serta membangkitkan partisipasi untuk ikut memlihara kelestarian sumber daya dan lingkungan hidup.
Peningkatan kesadaran sebagaimana juga semua usaha yang menyangkut lingkungan hidup harus berpacu dengan sebab perusakan-perusakan yang sering terjadi bahkan meningkat. Karena terbatasnya daya dan sarana yang khusus dalam penyampaian akan pentingnya kesadaran lingkungan.
4. Hubungan Lingkungan Dengan Pembangunan
Peningkatan usaha pembangunan akan terjadi jika peningkatan penggunaan sumber daya digunakan untuk menyokong pembangunan dan timbulnya permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam lingkungan hidup kehidupan manusia.
Sumber daya merupakan komponen sangat penting dimana sumber alam ini memberikan kebutuhan azasi bagi kehidupan. Penggunaan dari sumber daya harus memelihara ekosistem. Ekosistem dapat terganggu yang disebabkan dari pembangunan yang megakibatkan membahayakan kehidupan.
Proses pembangunan mempunyai akibat-akibat yang lebih luas terhadap lingkungan hidup manusia, baik akibat langsung maupun akibat sampingan Seperti pengurangan sumber kekayaan alam secara kualititaif, pencamaran biologis, pencemaran kimiawi, gangguan fisik, dan gangguan sosial-budya.
Kerugian-kerugian dan perubahan-perubahan terhadap lingkungan hidup perlu diperhitungkan dengan keuntungan yang diperkirakan akan diperoleh dari suatu proyek pembangunan, sehingga dapat membuat pedoman-pedoman kerja yang jelas sebagai kegiatan pembangunan baik berupa industri, yang memperhatikan faktor perlindungan lingkungan hidup manusia.
5. Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup oleh Proses Pembangunan
Menurut GBHN 1988, Pembangunan industri merupakan bagian dari pembangunan ekonomi jangka panjang untuk mencapai struktur ekonomi yang semakin seimbang dengan sektor industri yang maju yang didukung oleh sektor pertanian yang tangguh. Proses Industrialisasi harus mampu mendorong berkembangnya industri sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi pencipta lapangan pekerjaan baru, sumber peningkatan ekspor dan penghematan devis, penunjang pembangunan daerah, penunjang sektor-sektor lainnya sekaligus sebagaio wahana pengembangan dan penguasaan teknologi.
Indutrialisasi merupakan pilihan terbaik bagi bangsa indonesia untuk meningkatkan kesajteraan hidup. Perhatian khusus bahwa sektor indstri merupakan salah satu sektor pembangunan yang sangat potensial untuk merusak dan mencemari lingkungan apabila tidak bisa ditanggulangi maka akan muncul kesan semakin maju industri maka semakin rusak lingkungan.
Kegiatan pembangunan industri yang melibatkan unsur-unsur tersebut dapat menimbulkan dampak negatif yang berupa:
1. Pandangan pembangunan kurang ,menyenangkanpada wilayah industri
2. Penurunan nilai tanah disekitar industro bagi pemukiman
3. Timbulnya kebisingan oleh operasi peralatan
4. Bahan-bahan buangan yang dikeluarkan industri dapat menganggu atau mengotori udara, air, tanah.
5. Perpindahan penduduk yang dapat menimbulkan dampak sosial
6. Hasil produksi industro dapat mempengaruhi pola hidup masyarakat
7. Timbulnya kecemburuan sosial
Dampak yang terjadi akibat sektor industri sudah terlihat maka pembangunan industri terutama awal perencanaan harus memperhatikan faktor lingkungan. Kita harus berprinsip mencegah lebih baik dari pada menyembuhkan.
Sumber: Santoso, Budi. 1999. Ilmu Lingkungan Industri. Jakarta : Universitas Gunadarma.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/30654/4/Chapter%20II.pdf
No comments:
Post a Comment