Monday, June 19, 2017

Penerapan atau Penggunaan Standar Teknik dan Manajemen

Kasus yang berkaitan dengan penerapan atau penggunaan standar teknik dan manajemen adalah analisa pelaksanaan audit lingkungan atas pengolahan limbah cair pada PT. Chevron Pacific Indonesia. Pada jurnal yang saya bahas ini, penulis melakukan audit atau pengujian terhadap pengolahan limbah cair pada PT. Chevron Pacific Indonesia dan hasil pengujian pengukuran kualitas buangan air terproduksi lapangan minas tersebut dibandingkan dengan metode pengukuran SNI dari Peraturan Mentri Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 2007. Menurut hasil laboratorium dari badan independen yaitu PT. Succofindo limbah cair yang dibuang PT. Chevron Pacific Indonesia telah sesuai dengan standar baku mutu lingkungan yaitu Peraturan Mentri Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 2007, kecuali untuk parameter temperatur yang melebihi standar, tetapi tidak berpengaruh pada lingkungan. Berdasarkan penelitian tersebut, pengolahan limbah cair yang dibuang dari PT. Chevron Pacific sudah memenuhi aturan standar nasional indonesia (SNI).

Sumber:
http://journal.trunojoyo.ac.id/infestasi/article/download/486/456
http://komara.weebly.com/uploads/6/5/3/7/6537907/f_permenlh_04_2007_baku_mutu_air_limbah_panas_bumi_obsolete.pdf

Tuesday, April 11, 2017

Mimpi dan Harapan Setelah Meraih Gelar Sarjana Teknik Industri Bintang Fernando 31413755 4ID11

Nama saya Bintang Fernando Lasut, saya anak ketiga dari tiga bersaudara. Mengetahui mimpi dan harapan saya setelah menjadi sarjana teknik industri, saya akan menceritakan kebiasaan dan hobi saya sebelum lulus menjadi sarjana teknik industri. Kebiasaan saya sehari-hari disela perkuliahan yakni mengotak-atik hardware dan software laptop dan alhamdulillah hingga saat ini saya bisa memperbaiki atau service laptop teman saya meskipun itu gratis atau ada yang membayar juga itu alhamdulillah. Saya juga suka menggambar design menggunakan autodesk inventor semenjak saya diajarkan oleh bapak saya dan saya ingin mendalami ilmu menggambar design menggunakan inventor tersebut dan belajar software design lainnya seperti autocad, catia dan sketch up meskipun sketch up ini gambar design interior yang merupakan ilmu teknik sipil dan saya suka. Melihat kebiasaan dan hobi saya tersebut saya mempunyai mimpi dan harapan setelah saya lulus menjadi sarjana teknik industri, saya ingin bekerja terlebih dahulu dengan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian saya seperti menjadi designer manufacturing atau mungkin interior dan saya akan memberikan kontribusi yang baik kepada perusahaan tempat saya bekerja. Setelah saya mendapatkan pengalaman bekerja insya Allah saya melanjutkan jenjang pendidikan saya ke S2, Terima kasih.

Wednesday, November 30, 2016

Tugas Softskill

USAHA FRANCHISE MAKANAN MARTABAK MINI
Biasanya, martabak dijual dengan ukuran besar dan tebal. Harganya pun lumayan untuk satu porsinya yang memang dikhususkan bagi orang dewasa. Untuk anak-anak, tentu 1 porsi martabak ukuran normal tidak akan habis. Berbeda dengan apa yang ditawarkan olehusaha franchise makanan martabak mini dimana martabak memiliki ukuran mini dan sangat disukai anak-anak bahkan termasuk orang dewasa karena memang rasanya enak. Rasa yang ditawarkan juga bisa bervariasi termasuk warna toping atau bagian atas martabak.

Jika Anda sudah tertarik dengan bisnis ini, tentu yang Anda lakukan selanjutnya adalah bagaimana menjual martabak mini ini agar mendapatkan banyak keuntungan. Ada beberapa tips menjalankan usaha franchise makanan martabak mini agar mendapatkan keuntungan yang banyak. Berikut tipsnya;

Buka beberapa lapak

usaha franchise makanan martabak miniModal awal yang dibutuhkan bisnis ini adalah Rp 3.150.000, dan Anda sudah mendapatkan semua perlengkapan dan peralatan hingga begitu barang sampai, Anda bisa langsung jualan. Jika Anda memiliki lebih dari harga 1 lapak bisnis ini, Anda bisa membeli 2 atau bahkan lebih untuk mendapatkan banyak keuntungan. Jika satu gerobak atau booth mendapatkan keuntungan 6 juta tiap bulan dengan peroleh penghasilan Rp 200.000 tiap bulan, maka Anda bisa menghitung sendiri keuntungannya.

Jual di pinggir jalan, depan swalayan, depan rumah atau tempat ramai lainnya

Memang bisnis ini lebih sering dijalankan di pinggir jalan, depan swalayan atau mini market termasuk depan rumah bahkan tempat ramai lainnya seperti tempat wisata atau hajatan bahkan sekolah. Anda bisa menjalankan bisnis ini dimana saja. Maka, jangan terpaku hanya pada satu tempat. Lebih baik memang memiliki beberapa stand.

Jual partai besar dan kecil

Selain menjual di beberapa tempat di atas, usaha franchise makanan martabak mini juga bisa dijalankan dengan model pesanan partai besar dan kecil. Hal ini karena martabak mini bisa dinikmati saat acara pesta seperti ulang tahun, pesta pernikahan, syukuran dan lain-lain. Cobalah untuk bergabung bersama event organizer atau sebarkan informasi bahwa Anda menerima partai besar dan kecil.

Lakukan beberapa inovasi

Anda bisa berinovasi dengan rasa, warna, bentuk dan tampilan martabak mini. Jika Anda mencari ide kreatif martabak mini di internet, maka akan muncul banyak gambar kreatif yang bisa memberikan Anda ide kreatif untuk melakukan inovasi agar tampilan dan rasa martabak mini Anda semakin enak. Buatlah tampilan dan warna yang lucu agar anak-anak semakin tertarik.
Tentu, masih banyak cara lain yang bisa Anda lakukan untuk membuat bisnis atau usaha franchise makanan martabak mini ini semakin diminati konsumen terutama anak-anak seperti bentuk wadah yang lucu, toping martabak dibuat wajah kartun dan lain sebagainya. Cobalah berpikir kreatif.

Sunday, October 9, 2016

TUGAS SOFTSKILL KEWIRAUSAHAAN

Assalamualaikum wr .wb.
     
       Saya akan melakukan analisis SWOT berdasarkan dari seminar yang saya ikuti yaitu kangen water. Kangen water disini merupakan produk air sehat untuk dikonsumsi oleh manusia yang berasal dari jepang. Air yang dihasilkan oleh kangen water dari mesin tsb memiliki beberapa kadar pH yang berbeda-beda baik untuk kesehatan di dalam tubuh maupun di luar tubuh. Keunggulan kangen water disini ialah mampu menghasilkan air yang sehat untuk dikonsumsi tubuh dengan kadar pH 8,5 (kadar yang sangat baik), kalau dibandingkan dengan produk lainnya dengan pH netral 7.0 (kadar yang cukup baik) dan dapat disimpulkan bahwa produk kangen water memiliki kadar pH yang sangat baik bagi tubuh manusia untuk menetralkan asam akibat dari makanan berminyak, pedas dll menjadi basa (asam: sakit - basa: sehat).
       Kelemahan dari produk ini menurut saya harga mesin yang sangat mahal dan sudah wajar harga menentukan kualitas si produk, jika tidak berniat beli mesin namun hanya ingin membeli airnya saja lumayan mahal dan itu tergantung dari si penjual kangen water yang memiliki mesinnya tersebut. Kelemahan lainnya ialah pengetahuan masyarakat yang minim tentang air, sehingga masih banyak yang meragukan produk kangen water dan masalah tersebut tentu sulit untuk mendapatkan pangsa pasar.


Friday, June 17, 2016

Pertambangan dan Industri

PERTAMBANGAN
A.        Masalah Lingkungan dalam Pembangunan Pertambangan
            Pencemaran lingkungan sebagai akibat pengelolaan pertambangan umumnya disebabkan oleh faktor kimia, faktor fisik dan faktor biologis. Pencemaran ini biasanya lebih daripada diluar pertambangan, keadaan tanah, air, dan udara setempat dari tambang mempunyai yang timbal balik dengan lingkungannya. Sebagai contoh misalnya pencemaran lingkungan oleh CO sangat dipengaruhi oleh kerenggangan udara, pencemaran oleh tekanan panas tergantung kepada keadaan suhu, kelembaban dan aliran udara setempat. Suatu pertambangan yang lokasinya jauh dari masyarakat bila dilihat dari sudut pencemaran lingkungan lebih menguntungkan pdaripada bila berada deket dengan pemukiman masyarakat. Dalam rangka menghindari terjadinya pencemaran dan gangguan keseimbangan ekosistem baik itu yang berada di dalam lingkungan pertambangan maupun diluar lingkungan sekitarnya, maka perlu adanya pengawasan lingkungan terhadap :
1.         Cara pengolahan pembangunan pertambangan
Sumber daya bumi dibidang pertambangan harus dikembangkan semaksimal mungkin untuk tercapainya pembangunan. Penggunaan ekologi dalam pembangunan pertambangan sangat perlu dalam rangka meningkatkan mutu hasil pertambangan dan untuk dapat memperhitungkan pengaruh aktivitas pembangunan pertambangan pada sumber daya dan proses alam lingkungan yang lebih luas. Segala pengaruh sekunder pada ekosistem baik lokal maupun secara lebih luas perlu dipertimbangkan dalam proses perencanaan pembangunan pertambangan, dan sedapat mungkin dievaluasi sehingga segala kerusakan akibat pembangunan pertambangan ini dapat dihindari, sebab melindungi lingkungan lebih mudah dari pada memperbaikinya.
2.         Kecelakaan di pertambangan
Usaha Pertambangan adalah suatu usaha yang penuh dengan bahaya. Kecelakaan-kecelakaan yang sering terjadi, terutama pada tambang-tambang yang lokasinya jauh di dalam tanah. Kecelakaan baik itu karena jatuh, tertimpa benda-benda, ledakan-ledakan maupun akibat pencemaran atau keracunan oleh bahan tambang. Oleh karena itu tindakan-tindakan penyelamatan sangatlah diperlukan, misalnya dengan selalu memakai pakaian pelindung selama bekerja di dalam tambang seperti but, topi pelindung, baju kerja dan lain-lain
3.         Penyehatan lingkungan pertambangan
Pada lingkungan pertambangan penyehatan lingkukan dapaty dilakukan dengan penerangan yang baik yang sangat berguna sebagai pencegah kecelakaan, ventilasi yang baik agar kadar debu di udara tambang berkurang, sanitasi yang baik untuk menghilangkan wabah-wabah penyakit perut dan cacing di antara para pekerja. Pada lingkungan diluar pertambangan perlu adanya sanitasi yang baik berupa nyediaan air minum, pembuangan kotoran, pemberantasan nyamuk, perumahan yang baik dan lain sebgainya.
4.         Pencemaran dan penyakit-penyakit yang mungkin timbul
Pencemaran dalam tambang dan sekitarnya bisa terjadi oleh gas-gas, logam-logam atau senyawa-senyawa dalam bijih-bijih yang timbul dari tambang, misalnya tambang mangan mengandung resiko keracunan mangan, tambang air raksa mengandung bahaya keracunan air raksa, dan lain-lainnya. Penyakit-penyakit yang bisa timbul selain penyakit cacing Ancylostomiasisyang disebabkan oleh cacing Ancylostomaduodenale dan Nector Americanus juga penyakit Pneumokoniosis yang disebabkan oleh debu tambang seperti anthracosis, silicosis, dan stanosis.
   INDUSTRI
A.        Masalah Lingkungan dalam Pembangunan Industri
       Dalam mengambil keputusan pendirian suatu perindustrian, selain keuntungan yang akan diperoleh harus pula secara hati-hati dipertimbangkan kelestarian lingkungan. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembangunan proyek industri terhadap lingkungan sekitarnya yaitu evaluasi pengaruh sosial ekonomi dan ekologi baik secara umum maupun khusus, pengawasan lingkungan untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang, survey mengenai pengaruh yang mungkin timbul pada lingkungan, formulasi mengenai kriteria analisa biaya, keuntungan dan pengolahan proyek.
B.        Keracunan Bahan Logam atau Metaloid pada Industrialisasi
         Racun-racun logam beserta persenyawaan yang sering terjadi pada industrialisasi adalah berasal dari timah hitam, air raksa, arsen, chromium, berrylium, cadmium, vanadium dan fosfor. Disampng racun-racun tersebut terdapat pula bahan-bahan logam lainnya, tetapi tidak begitu banyak dipergunakan dalam perindustrian dan tidak begitu beracun, seperti perak yang berhasil masuk tubuh bisa menyebabkan argyria, tanpa menimbulkan gejala keracunan yang membahayakan kesehatan. Keracunan yang ditrimbulkan oleh zat-zat tadi tidaklah sama. Hal ini tergantung dari persenyawaan kimianya, keadaan wujud fisiknya (padat, zat, atau cair), valensi ikatannya, dan cara masuknya ke dalam tubuh.
C.        Keracunan Bahan Organik pada Industrialisasi
          Bahan organik baik itu berupa bahan baku atau hasil akhirnya pada proyek industri banyak sekali. Golongan yang akan dijelaskan antara lain:
1.                  Keracunan oleh derivat-derivat terarang batu, seperti anilin yang sering dipergunakan sebagai bahan pembuatan tinta cetak, cat dan zat-zat warna, nitro-benzene sebagai bahan untuk pembuatan anilin untuk parfum, dan masih banyak lagi. Keracunan oleh zat-zat ini bisa mendadak atau menahun, dengan akibat pada tubuh berupa kerusakan alat-alat tubuh seperti ginjal, hati, sumsum tulang dan darah.
2.             Keracunan oleh halogen hidrokarbon yang paling terkenal dari golongan ini dan paling kuat daya racunnya adalah karbontetrachlorida. Zat ini pada industri banyak dipergunakan sebagai pelarut lemak dan karet, untuk membersihkan gemuk-gemuk dari mesin dan sebagai bahan pemadam kebakaran. Keracunan zat ini bisa menimbulkan kerusakan pada hati, ginjal dan paru-paru.
3.              Keracunan oleh alkohol dan diol umumnya terjadi karena menghirupnya, meminumnya atau absorbsi melalui kulit yang bisa mendadak atau menahun. Gejala yang timbul umumnya berupa muntah, delirium dan depresi susunan syaraf pusat dan kerusakan alat-alat dalam tubuh seperti hati, ginjal dan lain-lain.
D.        Keracunan Bahan Korosif pada Industrialisasi
        Bahan-bahan ini bisa menyebabkan kerusakan pada tubuh yang dikenainya, baik secara terpecik, maupun tertumpah ke kuli atau bagian tubuh lainnya, terminum, tertelan atau terhirup oleh paru-paru. Yang terpenting untuk menghindari terjadinya keracunan oleh bahan-bahan korosif ini adalah pencegahan yang baik antara lain, penyimpanan bahan secara baik dan aman untuk orang sekitarnya, sediakan air yang cukup untuk mencuci bila sewaktu-waktu tubuh terkena bahan ini, memakai alat pelindung bila sedang bekerja dengan bahan-bahan ini, pemeliharaan kebersihan dan ketertiban di tempat kerja, pembuangan air-air bekas dan bahan-bahan sisa disalurkan ke saluran-saluran tertutup, sehingga tidak mengotori lingkungan sekitarnya, pengawasan yang baik terhadap kemungkinan adanya pencemaran.
E.         Melindungi Masyarakat sekitar Perusahaan Industri
         Semua perusahaan industri harus memperhatikan kemungkinan adanya pencemaran lingkungan, dimana segala macam hasil buangan sebelum dibuang harus betul-betul bebas dari bahan yang bisa meracuni. Untuk udara atau air buangan yang mengandung partikel-partikel bahan beracun, bisa dengan cara pengendapan, penyaringan atau secara reaksi kimia sehingga bahan yang keluar tersebut menjadi bebas dari bahan-bahan yang berbahaya. Pemilihan cara ini pada umumnya didasarkan pada faktor-faktor bahaya tidaknya bahan-bahan buangan tersebut, besarnya biaya agar secara ekonomi tidak merugikan perusahaan, derajat efektifnya cara yang dipakai, dan kondisi lingkungan setempat.
F.         Analisis Dampak Lingkungan
      Tujuan akhir dari dilaksanakannya analisis dampak lingkungan (ANDAL) adalah untuk memperkecil pengaruh negatif dan memperbesar pengaruh positif dari kegiatan manusia terhadap lingkungan. Dalam pelaksanaannya harus menggunakan metodologi ANDAL yang tepat, pendekatan yang terlalu sulit atau terlalu sederhana sebaiknya dihindari.
1.     Faktor waktu dalam ANDAL untuk proyek yang penting diperlukan data sekitar 2-3 tahun. Sedangkan untuk penyusunan laporan biasanya memakan waktu tergantung pada besar kecilnya proyek, dapat 18-24 bulan, tetapi dapat juga pendek 3-6 bulan atau sangat panjang lebih dari 2 tahun.
2.    Prosedur administratif ANDAL dapat digunakan dalam bentuk yang paling sederhana, tetapi juga dapat dikembangkan lebih luas.
3.    Pelaku dalam kegiatan ANDAL yang terdiri dari pengambil keputusan, penilai, pelaksana proyek, penelaah, instansi-instansi pemerintah yang berkepentingan terhadap proyek, tim penasehat ahli, masyarakat dan badan-badan internasional.
G.        Pembangunan Industri, Pertumbuhan Ekonomi dan Lingkungan Hidup
          Kegiatan industri yang sudah sangat maju, sudah diwarnai oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dicapai oleh manusia sampai saat ini. Di negara industri yang sudah sangat maju, di Jepang misalnya sumber daya manusia atau pelayanaan manusia sudah sangat diwarnai oleh persaingannya yang seru dengan pelayanan komputer dan pemakaian robot. Teknologi yang dikembangkan dalam menunjang industri di Indonesia diharapkan akan menunjang pertumbuhan ekonomi. Peranan ekonomi dalam perkembangan dan pertumbuhan sektor industri pada umumnya sangat penting, atau dapat dikatakan bahwa perkembangan industri dan pertumbuhan ekonomi adalah dua hal yang tunjang menunjang sangat erat.

Friday, May 13, 2016

Ilmu Teknologi dan Pengetahuan Lingkungan

Materi dari pembangunan dari ilmu teknologi dan pengetahuan lingkungan terdiri dari beberapa sub materi. Berikut adalah sub-sub materi dari ilmu teknologi dan pengetahuan lingkungan.

1. Keberlanjutan Pembangunan
Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan (lahan, kota,bisnis, masyarakat, dan sebagainya) yang berprinsip “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan”.  Awal munculnya konsep pembangunan berkelanjutan adalah karena perhatian kepada lingkungan. Terutama sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui sedang ekspoitasi terhadapnya dilakukan terus menerus. Pengertian dari tidak mengurangi dan mengorbankan kebutuhan generasi yang akan datang adalah pembangunan yang dilakukan dimasa sekarang itu jangan sampai merusak lingkungan, boros terhadap SDA dan juga memperhatikan generasi yang akan datang. Generasi yang akan datang juga jangan terlalu dimanjakan dengan tersedianya semua fasilitas, tetapi mereka juga di beri kesempatan untuk berekspresi menuangkan ide kreatifnya untuk mengolah dan mengembangkan alam dan pembangunan. Proses Pembangunan harus memperhatikan hal-hal yang penting yang diantararnya:
1.    Cara berpikir yang integratif.
2.    Pembangunan berkelanjutan harus dilihat dalam perspektif jangka panjang.
3.    Mempertimbangkan keanekaragaman hayati,
4.    Distribusi keadilan sosial ekonomi.
  Dari berbagai konsep yang ada maka dapat dirumuskan prinsip dasar dari setiap elemen pembangunan berkelanjutan. Dalam hal ini ada empat komponen yang perlu diperhatikan dalam strategi pembangunan berkelanjutan yaitu pemerataan, partisipasi, keanekaragaman, integrasi, dan perspektif jangka panjang. Faktor-faktor lingkungan yang diperlukan untuk mendukung pembangunan yang terlanjutkan yaitu:
1.    Terpeliharanya proses ekologi yang ensensial
2.    Tersedianya sumber daya yang cukup
3.    Lingkungan sosial budaya dan ekonomi yang sesuai.
Ketiga faktor tersebut tidak saja mengalami dampak dari pebangunan , tetapi juga mempunyai dampak pembangunan. Secara ideal  atau indikator keberlanjutan pembangunan membutuhkan pendekatan pencapaian terhadap keberlanjutan ataupun kesinambungan berbagai aspek kehidupan yang mencakup keberlanjutan ekologi, ekonomi, sosial budaya, politik dan pertahanan  keamanan.

2. Mutu Lingkungan
Mutu Lingkungan hidup sangatlah penting dikarenakan merupakan dasar atau pedoman dalam mencapai dari pengelolaan lingkungan hidup. Mutu Lingkungan dapat diartikan sebagai  hubungan antara kondisi lingkungan dengan mutu hidup. Makin tinggi derajat mutu hidup dalam suatu lingkungan maka tinggi pula derajat lingkungan tersebut atau sebaliknya. Seseorang dalam memulai usaha atau perdagangan harus mengorbankan uang dan tenaga demi menambah jumlah uang yang didapat semakin tinggi usaha atau perdagangan yang dimulai maka semakin tinggi pula uang yang harus dikeluarkan.

3. Kesadaran Lingkungan
Tujuan dari kesadaran lingkungan adalah memasyarakatkan lingkungan hidup yang dapat diartikan sebagai upaya untuk menanamkan pengertian terhadap permasalahan serta membangkitkan partisipasi untuk ikut memlihara kelestarian sumber daya dan lingkungan hidup.
Peningkatan kesadaran sebagaimana juga semua usaha yang menyangkut lingkungan hidup harus berpacu dengan sebab perusakan-perusakan yang sering terjadi bahkan meningkat. Karena terbatasnya daya dan sarana yang khusus dalam penyampaian akan pentingnya kesadaran lingkungan.

4. Hubungan Lingkungan Dengan Pembangunan
Peningkatan usaha pembangunan akan terjadi jika peningkatan penggunaan sumber daya digunakan untuk menyokong pembangunan dan timbulnya permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam lingkungan hidup kehidupan manusia.
Sumber daya merupakan komponen sangat penting dimana sumber alam ini memberikan kebutuhan azasi bagi kehidupan. Penggunaan dari sumber daya harus memelihara ekosistem. Ekosistem dapat terganggu yang disebabkan dari pembangunan yang megakibatkan membahayakan kehidupan.
Proses pembangunan mempunyai akibat-akibat yang lebih luas terhadap lingkungan hidup manusia, baik akibat langsung maupun akibat sampingan Seperti pengurangan sumber kekayaan alam secara kualititaif, pencamaran biologis, pencemaran  kimiawi, gangguan fisik, dan gangguan sosial-budya.
Kerugian-kerugian dan perubahan-perubahan terhadap lingkungan hidup perlu diperhitungkan dengan keuntungan yang diperkirakan akan diperoleh dari suatu proyek pembangunan, sehingga dapat membuat pedoman-pedoman kerja yang jelas sebagai kegiatan pembangunan baik berupa industri, yang memperhatikan faktor perlindungan lingkungan hidup manusia.

5. Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup oleh Proses Pembangunan
Menurut GBHN 1988, Pembangunan industri merupakan bagian dari pembangunan ekonomi jangka panjang untuk mencapai struktur ekonomi yang semakin seimbang dengan sektor industri yang maju yang didukung oleh sektor pertanian yang tangguh. Proses Industrialisasi harus mampu mendorong berkembangnya industri sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi pencipta lapangan pekerjaan baru, sumber peningkatan ekspor dan penghematan devis, penunjang pembangunan daerah, penunjang sektor-sektor lainnya sekaligus sebagaio wahana pengembangan dan penguasaan teknologi.
Indutrialisasi merupakan pilihan terbaik bagi bangsa indonesia untuk meningkatkan kesajteraan hidup. Perhatian khusus bahwa sektor indstri merupakan salah satu sektor pembangunan yang sangat potensial untuk merusak dan mencemari lingkungan apabila tidak bisa ditanggulangi maka akan muncul kesan semakin maju industri maka semakin rusak lingkungan.
Kegiatan pembangunan industri yang melibatkan unsur-unsur tersebut dapat menimbulkan dampak negatif yang berupa:
1. Pandangan pembangunan kurang ,menyenangkanpada wilayah industri
2. Penurunan nilai tanah disekitar industro bagi pemukiman
3. Timbulnya kebisingan oleh operasi peralatan
4. Bahan-bahan buangan yang dikeluarkan industri dapat menganggu atau mengotori udara, air, tanah.
5. Perpindahan penduduk yang dapat menimbulkan dampak sosial
6. Hasil produksi industro dapat mempengaruhi pola hidup masyarakat
7. Timbulnya kecemburuan sosial
Dampak yang terjadi akibat sektor industri sudah terlihat maka pembangunan industri terutama awal perencanaan harus memperhatikan faktor lingkungan. Kita harus berprinsip mencegah lebih baik dari pada menyembuhkan.

Sumber: Santoso, Budi. 1999. Ilmu Lingkungan Industri. Jakarta : Universitas Gunadarma.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/30654/4/Chapter%20II.pdf

Friday, April 15, 2016

Tugas Materi 2 (Pertumbuhan Penduduk)

1. Landasan
   Pertumbuhan penduduk adalah merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatan-kekuatan yang menambah dan mengurangi jumlah penduduk. Pertumbuhan penduduk diakibatkan oleh beberapa komponen yaitu: kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), migrasi masuk dan migrasi keluar. Selisih antara kelahiran dan kematian disebut pertumbuhan alamiah (natural increase), sedangkan selisih antara migrasi masuk dan migrasi keluar disebut migrasi netto.
2. Perkembangan Penduduk Indonesia
  Dari hasil sensus penduduk tahun 1990 jumlah penduduk Indonesia adalah 179,4 juta. Berarti Indonesia termasuk negara terbesar ke tiga di antara negara-negara yang sedang berkembang setelah Gina dan India. Dibanding dengan jumlah sensus tahun 1980 maka akan terlihat peningkatan penduduk Indonesia rata-rata 1,98% pertahun. Berdasarkan hasil proyeksi penduduk, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 1995 sebanyak 195,3 juta jiwa. Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 1990 sekitar 60% penduduk tinggal di pulau Jawa, padahal luas pulau Jawa hanya 7% dari luas wilayah Indonesia. Dilain pihak pulau Kalimantan yang luas wilayahnya hanya ditempati oleh 5% dari jumlah penduduknya. Kondisi tersebut menunjukan bahwa kepadatan penduduk Indonesia tidak seimbang. Kondisi tersebut memerlukan upaya pemerataan dan upaya tersebut telah dilaksanakan melalui program transmigrasi dan gerakan kembali ke Desa. Jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan terus bertambah sehingga diproyeksikan pada tahun 2015 penduduk Indonesia berjumlah 255 juta jiwa hingga mencapai 305 juta jiwa pada tahun 2035.
3. Pertambahan Penduduk dan Lingkungan Pemukiman
   Semakin meningkatnya jumlah penduduk, maka kepentingan akan penggunaan lahan di wilayah ini akan semakin beragam. Keberagaman kepentingan bisa jadi akan menyebabkan terjadinya tumpang tindih maupun kesemrawutan dalam penggunaannya. Apabila hal ini tidak cukup mendapat perhatian di dalam usaha perencanaan maupun pengelolaannya akan menambah tekanan terhadap lingkungan. Tekanan lingkungan yang melewati batas toleransi akan berdampak pada kerusakan lingkungan dan pada gilirannya akan berdampak kepada manusia dan makhluk hidup yang ada di dalamnya.
    Perumahan dan pemukiman adalah dua hal yang tidak dapat kita pisahkan dan berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi, industrialisasi dan pembangunan. Pemukiman dapat diartikan sebagai perumahan atau kumpulan rumah dengan segala unsur serta kegiatan yang berkaitan dan yang ada di dalam pemukiman. Pemukiman dapat terhindar dari kondisi kumuh dan tidak layak huni jika pembangunan perumahan sesuai dengan standar yang berlaku, salah satunya dengan menerapkan persyaratan rumah sehat. Pembangunan perumahan dan permukiman harus merespon kepada perencanaan kebijakan yang efektif yang meminimalkan dampak lingkungan, penggunaan lahan yang melebihi kemampuan daya dukung lingkungan, serta didasarkan pada konsep berkelanjutan dengan bagaimana memelihara dan meningkatkan kualitas hidup termasuk di dalamnya kualitas lingkungan, mengkombinasikan pertumbuhan ekonomi yang meminimalkan pemborosan konsumsi sumberdaya alam dan polusi, serta menyeimbangkan antara keinginan individual dan sistem perencanaan masyarakat di setiap tindakan.
4. Pertumbuhan Penduduk dan Tingkat Pendididikan
  Setiap tahunnya seluruh negara di dunia mengalami pertumbuhan penduduk, salah satunya di Indonesia. Seiring bertambahnya penduduk yang tidak terkontrol mengakibatkan adanya masalah-masalah sosial, salah satunya adalah tingkat pendidikan. Tingkat pendidikan berkaitan erat dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di samping itu penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi memudahkan penduduk dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup, sehingga taraf hidupnya selalu meningkat. Sebaliknya, tingkat pendidikan yang rendah dapat menyebabkan lambannya kenaikan taraf hidup dan akibatnya kemajuan menjadi terhambat.Tingkat pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara di dunia lainnya. Beberapa hal yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia adalah sebagai berikut :
a. Masih kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Sebagian
    penduduk masih menganggap bahwa sekolah itu tidak penting.
b. Pendapatan penduduk yang rendah menyebabkan anak tidak dapat melanjutkan
    sekolah karena tidak mempunyai biaya.
c. Kurang dan tidak meratanya sarana pendidikan. Sarana pendidikan yang
    dimaksud, misalnya gedung sekolah, ruang kelas, buku-buku pelajaran, alat-alat
    praktikum, guru yang berkualitas, dan lain-lain.
5. Pertumbuhan Penduduk dan Penyakit yang Berkaitan dengan Lingkungan Hidup.
   Wilayah kawasan kumuh menurut Bank Dunia (1999) merupakan bagian yang terabaikan dalam pembangunan perkotaan. Hal ini ditunjukkan dengan kondisi sosial demografis di kawasan kumuh seperti kepadatan penduduk yang tinggi, kondisi lingkungan yang tidak layak huni dan tidak memenuhi syarat serta minimnya fasilitas pendidikan, kesehatan dan sarana prasarana sosial budaya. Tumbuhnya kawasan kumuh terjadi karena tidak terbendungnya arus urbanisasi. Di saat banjir, lingkungan yang kumuh sering terjangkit penyakit seperti : malaria, demam berdarah, gatal –gatal, penyakit kulit, dan sebagainya. Di karenakan pada saat banjir, selokan – selokan yang ada di permukiman kumuh tersumbat oleh sampah yang mereka buang sendiri dan tata ruang kota yang kurang baik. Selain itu banyaknya wilayah hijau di perkotaan sekarang beralih fungsi sebagai bangunan – bangunan pencakar langit, mal – mal yang banyak. Sehingga daya serap air di wilayah perkotaan sangat sedikit. Dengan sedikitnya air yang di serap di wilayah tersebut maka terjadilah genangan air yang semakin lama semakin membesar dengan terjadinya hujan. Dengan terjadinya bencana banjir, maka datang lagi bencana selanjutnya yaitu penyakit yang menjadi wabah paling ampuh saat banjir. Banyaknya wabah penyakit yang di jangkit oleh masyarakat saat banjir, itu semua sangat menggangu kesehatan masyarakat. Karena air banjir membawa berbagai macam penyakit yang sebagian besar di sebarkan oleh tikus dan nyamuk.
6. Pertumbuhan Penduduk dan Kelaparan
    Berdasarkan hasil penelitian terakhir dari Organisasi Pangan Dunia (FAO),
Persentase penduduk Indonesia yang kelaparan, turun dari 19,7 persen di tahun 1990-1992, menjadi hanya 7,9 persen di tahun 2014-2016. Pertumbuhan ekonomi yang pesat membantu Indonesia menurunkan angka kelaparan. Namun, meskipun telah berhasil menurunkan angka kelaparan hingga 50 persen, Indonesia masih dinilai lambat dalam mengurangi jumlah penduduk yang kekurangan gizi, khususnya anak-anak dibawah usia 5 tahun. Dari data terakhir, hampir 37 persen balita di Indonesia menderita stunting atau terhambat pertumbuhannya karena kekurangan gizi.
     Faktor ekonomi dan pendidikan menjadi penyebab tingginya angka balita stunting di Indonesia, khususnya di wilayah bagian timur Indonesia. Melihat kondisi ini FAO menyerukan semua pihak untuk terus meningkatkan upaya-upaya menghapus kelaparan dan kekurangan gizi dengan melakukan pemberdayaan ekonomi meningkatkan produksi pangan dan memastikan masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan makanan yang bergizi.
7. Kemiskinan dan Keterbelakangan
    Kemiskinan dan keterbelakangan merupakan masalah global, sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dan lain-lain. Dampak kemiskinan terhadap orang miskin itu sendiri dan terhadap lingkungannya, baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam, dengan sendirinya sudah jelas negatif. Orang miskin tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi minimal bagi dirinya sendiri maupun bagi keluarganya. Dampak kemiskinan terhadap lingkungan sosial tampak mengalirnya penduduk ke kota-kota tanpa bekal pengetahuan apalagi bekal materi. Akibatnya antara lain adalah sebagiannya yang menghuni kampung-kampung liar dan jorok di gubuk-gubuk yang tidak pantas didiami manusia. Sebab-sebab kemiskinan yang pokok bersumber dari empat hal, yaitu mentalitas si miskin itu sendiri, minimnya ketrampilan yang dimilikinya, ketidakmampuannya untuk memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang disediakan dan peningkatan jumlah penduduk yang relatif berlebihan.
Sumber :
Santoso, Budi. 1999. Ilmu Lingkungan Industri. Jakarta : Universitas Gunadarma.