Friday, April 15, 2016

Tugas Materi 1 (Azaz-azaz Pengetahuan Lingkungan dan SDA)

1.  Asas-Asas Lingkungan
            A. Ekologi dan Ilmu Lingkungan
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara organisme-organisme hidup dengan lingkungannya. Berasal dari kata Yunani oikos (“habitat”) dan logos (“ilmu”). Habitat adalah tempat suatu spesies tinggal dan berkembang. Dalam ilmu ekologi, bila pada suatu tempat yang sama hidup berbagai kelompok spesies (mereka berbagi habitat yang sama) maka habitat tersebut disebut sebagai biotop. Sedangkan, Ilmulingkungan (environmental science atau envirology) adalah ilmu yang mempelajari tentang lingkungan hidup. Ilmu Lingkungan adalah suatu studi yang sistematis mengenai lingkungan hidup dan kedudukan manusia yang pantas di dalamnya. Perbedaan utama ilmu lingkungan dan ekologi adalah dengan adanya misi untuk mencari pengetahuan yang arif, tepat (valid), baru, dan menyeluruh tentang alam sekitar, dan dampak perlakuan manusia terhadap alam. Misi tersebut adalah untuk menimbulkan kesadaran, penghargaan, tanggung jawab, dan keberpihakan terhadap manusia dan lingkungan hidup secara menyeluruh.
B. Asas-asas Pengetahuan Lingkungan
         Ilmu Lingkungan yang sudah berkembang dan banyak mengeluarkan hasil, model dan teori yang semakin meningkat jumlahnya harus didasari oleh asas yang kokoh dan kuat. Berikut adalah asas-asas pengetahuan lingkuangan :
a. Semua Energi yang memasuki sebuah organisme hidup populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energy yang tersimpan dan terlepaskan.
b.  Tak ada sistem pengubahan energi yang betul-betul efisien.
c.  Materi, energy ruang dan keanekaragaman, semuanya termasuk kategori sumber alam.
d. Untuk semua kategori sumber daya alam, jika pengadaannya sudah mencapai optimum, pengaruh unit kenaikannya sering menurun dengan penambahan sumber daya alamitu sampai suatu tingkat maksimum. Melampaui batas maksimum ini tak ada pengaruh yang menguntungkan lagi.
e.  ada dua jenis sumber daya alam dasar, yaitu sumber daya alam yang pengadaannya merangsang pengunaan seterusnya, dan sumber daya alam yang tidak mempunyai daya rangsangan pada suatu jumlah tertentu.
f.  individu spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan daripada saingannya cenderung berhasil mengalahkan saingannya.
g. kemantapan keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkuangnya mudah diramalkan
h.  Sebuah habitat dapat jenuh atau tidaknya oleh keanekaragaman takson. Bergantung pada manusia dalam lingkungan hidup itu dapat memisahkan takson tersebut.
i.   Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomas dibagi produktivitas.
j.  Pada lingkungan yang stabil perbandingan antar biomasa dengan produktivitas (B/P) dalam  perjalanan waktu akan naik mencapai sebuah asimtot
k sistem yang sudah mantap (dewasa) mengeksplotasi sistem yangbelum mantap ( belum dewasa).         
l.  Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat bergantung pada kepentingan relatifnya didalam keadaan suatu lingkungannya.
m. Lingkungan yang secara fisik mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keankeragaman biologis dalam ekosistem yang mantap, yang kemudian dapat menggalakan kemantapan tersebut lebih jauh lagi.
n. Derajat pola keteraturan turun naiknya populasi bergantung kepada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang nanti akan berpengaruh dalam populasi tersebut.
2.         Sumber Daya Alam
A. Landasan
        Landasan dari sumber daya berupa falsafah, konsep, dan permasalah. Falsafahmerupakan Perkembangan teknologi yang mengelola sumber daya alam harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat dengan tetap memperhatikan keseimbangan dan kelestariannya, sehingga akan tetap bermanfaat bagi generasi-generasi mendatang penggunaan teknologi dalam pemanfaatan sumber daya akan haruslah seksam dan tepat sehingga mutu dan kelestariuan sumber daya alam dan lingkungan hidup dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan. Konsep merupakan sumber daya alam adalah suatu sumber daya yang terbentuk karena  alamiah, misalnya tanah, air, biotis, udara dan ruang, mineral,tentang alam (landscape), panas bumi gas bumi, pasang/surut arus laut. Permasalahan merupakanpermasalah yang terjadi adalah jumlah sumber daya yang terbatas merupakan suatu kendala pembangunan nasional. Hal tersebut membutuhkan perhatian karena sumber daya alam yang ada, terutama tanah, hutan, perairan dan ruang sudah berada dalam kondisi yang kritis.
B. Kebijaksanaan
Sejak Repelita I sampai sekarang usaha pengelolaan sumber daya alam dilaksanakan dengan prioritas:
a.  Perlindungan dan pengembangan flota dan fauna yang hamper punah.
b.  Pemanfaatan sumber daya alam yang dapat diperbarui dengan menjami kelesatariannya..
c.  Perlindungan atas plasma nutfah dihutan dan diluar hutan konservasi.
d. Pemanfaatan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui harus dilaksanakan secara bijaksana tanpa menimbulkan pencemaran lingkungan.
e.  Usaha agar kebijasanaan diterapkan secara terpadu dan saling menunjang.
f.  Pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhitungkan segi-segi pembangunan daerah sehingga dapat saling mendorong pertumbuhan dan pengembangan daerah.
C. Pengelolaan Sumber Daya Alam
            Berdasarkan kemampuan untuk meperbarui diri sesudah mengalami suatu
Gangguan maka sumber daya alam dibagi menjadi dua golongan yaitu sumber daya yang dapat diperbarui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Sumber daya yang tidak dapat diperbarui seperti, miyak bumi, gas bumi, dll. Dalam pemanfaatan sumber daya alam perlu kita perhatikan empat lingkungan yang saling berkaitan erat sekal ; yaitu lingkungan perlindungan matang, lingkungan produksi yang bertumbuh, lingkungan serba guna, dan lingkungan pemukiman dan industri Dasar-dasar dari pengggunaan dari sumber daya alam yaitu sebagai berikut.
D. Karateristik Ekologis Sumber Daya Alam
Kegiatan pembangunan membawa berbagai tingkat perubahan terhadap ekosistem, tetapi selalu diataur oleh pembatasan ekologis yang bekerja dalam suatu ekosistem alam tersebut. Faktor faktor pembatas ekologis ini perlu diperhitungkan agar perubahan demi pembangunan ada tiga prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu:
a. Kebutuhan untuk memperhatikan kemampuan untuk membuat pilihan penggunaan sumber daya alam dimasa yang akan datang
b. Kenyataan bahwa pembangunan pada daerah daerah pertanian tradisional yang telah terbukti berproduksi baik mempunyai besar untuk memperoleh pengembalian modal yang lebih besar disbanding daerah yang baru      
c. Kenyataan bahwa penyelamatan biotis dalam sumber daya alam yang khas merupakan langkah pertama yang logis dalam pembangunan daserah yang baru, dengan alasan bahwa sumber daya alam tersebut tak dapat digantikan dalam arti pemenuhan kebutuhan dan aspirasi manusia dan kontribusi jangka panjang terhadap kemantapan dan produktivitas daerah.
E. Daya Dukung Lingkungan
         Daya dukung lingkungan ditentukan oleh banyak faktor, baik faktor biofisik maupun sosial-budaya-ekonomi kedua faktor tersebut saling mempengaruhi. Faktor biofisik penting, karena menentukan daya dukung lingkungan ialah proses ekologi yang merupakan sistem pendukung kehidupan dan keanekaan jenis yang merupakan sumber daya gen, misalnya hutan adalah salah satu faktor ekologi dalam sistem pendukung kehidupan. Hutan melakukan fotositensis yang menghasilkan oksigen yan kita perlukan untuk pernafasan kita. Faktor sosial budaya juga mempunyai peranan sangat penting, bahkan dapat menentukan daya dukung lingkungan, sebab akhirnya manusialah yang menentukan apakah pembangunan akan berjalan terus atau terhenti.
           
            F. Keterbatasan Kemampuan Manusia
           kemampuan manusia untuk mengeksploitasi lingkungannya semakin mudah, dengan bantuan ilmu dan teknologi, manusia dapat menciptakan alat dan bahan yang dapat mempermudah kerjanya. Contohnya pembabatan hutan, pengolahan lahan pertanian, pemberantasan hama, penggunaan pupuk buatan dan lain-lain yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas ekosistem dapat dicapai dengan mudah. Di sisi lain, ternyata kemudahan dan kesejahteraan itu dapat mengubah pola hidup manusia menjadi lebih konsumtif. Maka dengan demikian peningkatan populasi manusia, peningkatan kebutuhan hidup, kemudahan mengeksploitasi lingkungan, serta perubahan pola tingkah laku manusia akan meningkatkan tekanan terhadap daya dukung lingkungan. Hal inilah yang akan menyebabkan krisis lingkungan. Maka, jelaslah bahwa peranan manusia dalam pengubahan lingkungan sangat dominan.
Sumber :
Santoso, Budi. 1999. Ilmu Lingkungan Industri. Jakarta : Universitas Gunadarma.

No comments:

Post a Comment